Kiat Menghindari Perceraian

Berita perceraian terus saja menghiasi media. Kabar tetangga, teman, relasi atau kerabat yang hendak atau bahkan sudah bercerai, juga kerap mampir ke telinga. Termasuk keluarga yang secara kasat mata baik-baik saja. Seolah perceraian kini begitu mudahnya dijadikan solusi ketika ada perselisihan dalam keluarga. Duh, bagaimana ya cara menghindari kata-kata cerai? Berikut ini hal-hal yang hendaknya dilakukan ketika rumah tangga di ambang perceraian:


Cari akar masalahnya
Tak ada api kalau tak ada asap. Problem rumah tangga, pasti ada penyebabnya. Karena itu, carilah akar masalahnya. Jika sumber permasalahannya sudah dapat ditemukan, cobalah untuk menyelesaikan dengan baik-baik. Sebab setiap masalah tentu mempunyai jalan keluar. Jadi, jangan malah dibesar-besarkan. Jika sudah menemukan sumber permasalahannya, keputusan yang tepat akan dapat diambil, apakah akan meneruskan kehidupan rumah tangga atau memang harus bercerai.

Introspeksi

Mungkin, Anda malu mengakui secara jujur kekurangan Anda, tapi cobalah menjawab dengan jujur pada diri sendiri bahwa yang dikatakan pasangan ada benarnya. Mumpung masih ada waktu, perbaiki diri sejak sekarang. Bila merasa salah, minta maaflah pada pasangan. Tidak perlu malu demi masa depan perkawinan Anda. Kesampingkan ego pribadi. Jangan merasa diri selalu benar dan selalu menyudutkan pasangan, begitu pula sebaiknya. Sadarilah bahwa apa yang terjadi sekarang adalah kesalahan Anda berdua. Kalaupun selama ini ada sakit hati yang terselip, cobalah untuk saling memberi maaf.

Pikirkan dampaknya

Apapun alasannya, perceraian akan selalu menyisakan kesedihan. Bukan hanya bagi suami-istri, terpenting bagi anak-anak. Anak biasanya menjadi senjata terampuh untuk meredam konflik antara suami-istri. Mereka buah cinta kasih Anda berdua. Mereka masih sangat membutuhkan Anda berdua. Apakah mereka harus menjadi korban perceraian karena keegoisan orang tuanya? Lantas, setelah Anda bercerai, ke mana dan kepada siapa mereka harus ikut? Pikirkan juga, apakah Anda sudah siap mental untuk berpisah selamanya dengan pasangan? Perceraian tidaklah semudah yang dibayangkan. Berpisah lalu hidup tenang. Tidak selamanya perceraian membuat kehidupan menjadi bahagia. Bisa jadi justru sebaliknya, lebih hancur. Banyak masalah-masalah di kemudian hari yang berbuntut panjang. Mulai anak, harta gono-gini sampai hubungan antarkeluarga yang ikut tidak harmonis.

Berkonsultasilah

Bisa dengan keluarga, teman curhat atau pihak yang berkompeten seperti konsultan keluarga atau psikolog. Tentu, Anda jangan pernah menutupi akar permasalahan yang ada, tetapi berterus teranglah. Katakan juga, apa sebetulnya kekurangan Anda maupun kekurangan pasangan. Siapa tahu, mediator ini dapat melunakkan hati Anda dan pasangan, sekaligus mencarikan solusi untuk kembali bersatu. Lagipula, dengan berbagi, beban pikiran akan terasa lebih ringan. Tentunya pihak yang kita ajak bicara memang betul-betul bisa dipercaya mampu mencarikan jalan keluar dan menyimpan rahasia.

Pisah sementara

Bila segala cara ditempuh masih belum menunjukkan titik terang, pisah untuk sementara waktu akan membantu suami-istri untuk menentramkan diri. Dua hati yang sama-sama sedang panas, sebaiknya tak bertemu setiap hari. Bisa-bisa ribut terus dan tidak ada titik temu. Nah, selama berpisah itu, cobalah tetap berkomunikasi. Coba diskusikan bersama, langkah terbaik apa yang bisa Anda berdua lakukan untuk menghindari perceraian, untuk mempertahankan mahligai rumah tangga. Tak mudah memang, tapi jika Anda berdua sudah berpisah untuk sementara waktu, situasi panas barangkali sudah lewat, sehingga Anda berdua sudah siap untuk berkomunikasi. Jangan merasa malu atau gengsi untuk saling menghubungi.

Berdoa

Banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa dapat membantu permasalahan Anda. Mintalah petunjuk dari-Nya. Dengan semakin bertekun dan mendekatkan diri, insya Allah doa Anda akan terjawab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar