Pacaran, Apakah Perlu ?




Pacaran ? siapa yang tidak kenal kata itu. Kata “pacaran” memang sangat familiar di telinga kita. Pacaran itu bak bumbu sehari-hari yang selalu kita lihat. Di jalan, di sekolah, di mall, bahkan sampai di televisi dengan mudah ditemui orang pacaran. Pacaran ini tak ubahnya bagian dari gaya hidup masyarakat pada saat ini. Lalu apa sih pacaran itu sebenarnya ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran adalah berteman dengan lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Namun, makna pacaran bisa juga diartikan berbeda-beda tergantung masing-masing orang. Pacaran bisa membuat hidup lebih nikmat, lebih indah dan lebih berwarna bagi mereka yang sedang dimabuk asmara. Namun, pacaran bisa juga membuat hidup menderita, galau dan juga menambah beban fikiran bagi mereka yang sedang dilanda konflik asmara. Pertanyaannya adalah, seberapa pentingkah pacaran itu ? apakah pacaran itu perlu ?

Nah, berikut ini adalah beberapa fenomena-fenomena pacaran dari berbagai sudut pandang. Mungkin ini bisa dijadikan acuan untuk memutuskan apakah pacaran perlu atau tidak. Apa sajakah itu ? ini dia !

1.Pacaran Beresiko
Memang pacaran dilakukan sebagai perwujudan cinta, namun bukan berarti pacaran ini tanpa resiko. Sudah banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi karena pacaran. Mengapa bisa begitu ? sekali lagi saya katakan, pacaran itu beresiko. Awalnya ketika berpacaran hanya saling berpegangan tangan, lama-kelamaan cium pipi, berlanjut ke cium bibir dan akhirnya seperti itulah yang terjadi.

Dalam Islam, pacaran itu adalah zina, walaupun masih tergolong zina kecil. Mendekati zina saja dilarang apalagi zina? Pacaran itu ibarat api, jika bermain-main dengan api dan tidak hati-hati maka akan terbakar oleh api itu sendiri.

Memang tidak semua orang yang berpacaran seperti itu. Ada sebagian yang berpacaran dengan prinsip yang mereka pegang teguh. Prinsip untuk berpacaran secara sehat. Namun, seperti kata pepatah “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Lebih baik mencegah resiko yang akan ditanggung daripada mengobati resiko yang sudah didapat dari pacaran.

2.Pacaran, Mempengaruhi Kehidupan di Masa Depan
Sudah berapa kali anda pacaran ? sekali, dua kali atau bahkan tiga kali ? jika anda berpacaran lebih dari sekali tentunya dengan pasangan yang lebih dari satu bukan ? Saya pernah diberitahu oleh guru saya, guru sosiologi, bahwa pacaran itu bisa berdampak pada kehidupan masa depan dalam berumah tangga. Berdampak pada apa sih ? kata beliau, apabila mereka yang pacaran lebih dari sekali dengan pasangan yang berbeda-beda, mereka akan memiliki banyak kenangan terhadap pasangannya.

Lalu apa dampaknya ? dampaknya akan dirasakan ketika menikah nanti. Ketika sudah menikah, kenangan indah saat berpacaran dulu akan teringat di memori otak mereka. Sehingga mereka akan membandingkan masa pacaran dulu dengan masa pernikahan mereka sekarang. “aku dulu waktu pacaran sama XXX lebih enak, dia lebih perhatian daripada kamu” atau “kamu kok hemat banget sih, ngga kaya XXX, dia sering ngajak makan diluar” mungkin begitulah ilustrasinya. Tentu Anda akan merasa marah apabila dibanding-bandingkan seperti itu bukan ? Hal ini pasti akan memicu konflik dalam kehidupan rumah tangga, percaya deh …

3.Pacaran Memotivasi?
Pacar mungkin bisa dijadikan motivasi ampuh dalam melakukan suatu hal. Saya dulu punya temen yang tidak bisa bermain futsal dengan baik, tetapi ketika dilihat pacarnya, Ia bermain dengan sangat baik. Ini membuktikan bahwa pacaran memang memotivasi.

Namun, apakah hanya pacaran saja yang bisa memotivasi ? toh tidak juga kan. Banyak berbagai macam hal yang dapat dijadikan motivasi dalam menjalani hidup. Motivasi yang jauh lebih kuat dari hanya sekedar pacaran.

4.Pacaran, untuk apa ?
Apa sih tujuan pacaran ? apakah untuk menikah ? lalu mengapa masih ada kata “putus” dalam perbendaharaan pacaran ?

Nah inilah pertanyaan yang masih belum bisa saya jawab. Jawaban umum yang akan ditemui dari pertanyaan diatas mungkin “karena aku cinta dia”. Lalu, apa yang akan dilakukan setelah pacaran ? apakah menikah ? tetapi bagaimana bila nanti “putus” ditengah jalan ?  

Setelah putus tentu segala pengorbanan, perjuangan, dan cerita cinta hanya tinggal kenangan. Tidak ada yang tersisa dari pacaran selain kenangan. Apakah pacaran ini hanya bertujuan untuk membuat kenangan ? hehe

5.Pacaran, Antara Cinta, Nafsu, dan Tren
Memang sulit untuk membedakan antara cinta, nafsu dan tren dalam pacaran. Ada orang yang berpacaran karena memang faktor cinta, mereka mencintai pasangannya setulus hati. Namun, ada juga yang berpacaran karena nafsu sesaat, karena tubuh yang menawan dan aduhai yang dimiliki oleh pasangannya. Dan ada pula yang pacaran karena tren, “haree genee ga punya pacar ? ga gahool loe” mungkin seperti itulah alasan mereka yang pacaran karena mengikuti tren.

Cinta dan nafsu itu beda-beda tipis. Cinta pun kadang kala bisa berubah menjadi nafsu ketika ada kesempatan untuk melakukannya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar