Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASEHAT. Tampilkan semua postingan

Antara Berbakti kepada Orang Tua dan Taat kepada Suami

Memilih antara menuruti keinginan suami atau tunduk kepada perintah orangtua merupakan dilema yang banyak dialami kaum wanita yang telah menikah. Bagaimana Islam mendudukkan perkara ini?

Seorang wanita apabila telah menikah maka suaminya lebih berhak terhadap dirinya daripada kedua orangtuanya. Sehingga ia lebih wajib menaati suaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ
Maka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian) dikarenakan Allah telah memelihara mereka…(An-Nisa’: 34)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ
Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu1.”

Dalam Shahih Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ
Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan2.”

Hukum Wanita Meminta Cerai Kepada Suami

Kalau kita belajar hukum islam sangat jelas tercantum baik di Quran Hadist bahwa seorang wanita hukumnya haram untuk menggugat cerai suami.

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أيُّما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقاً فِي غَير مَا بَأْسٍ؛ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الجَنَّةِ
“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Abu Dawud no 2226, At-Turmudzi 1187 dan dihahihkan al-Albani).

Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُنْتَزِعَاتُ وَالْمُخْتَلِعَاتُ هُنَّ الْمُنَافِقَاتُ
Para wanita yang berusaha melepaskan dirinya dari suaminya, yang suka khulu’ (gugat cerai) dari suaminya, mereka itulah para wanita munafiq.” (HR. Nasa’i 3461 dan dishahihkan al-Albani)

Si Gadis Cantik, Molek Nan Sexy

Seorang pemuda berkata kepada Ayahnya: "Aku ingin menikahi seorang gadis yang sangat aku cintai, dan kecantikannya telah membuatku takjub". Sang Ayah menjawab dengan gembira: "Dimana gadis itu? Aku akan meminangnya untukmu!"

Mereka berdua pergi menemui gadis itu, sang Ayah melihat gadis cantik itu, gadis itu membuatnya takjub sehingga sang Ayahpun sangat mencintainya. Maka sang Ayah berkata kepada anaknya: "Dengarlah anakku, gadis ini tidak setara denganmu, dan engkau tidak pantas untuknya… dan yang pantas menikahinya adalah seorang laki-laki dewasa yang sudah mempunyai pengalaman hidup sepertiku, sehingga dia bisa bersandar padanya, yang pantas menikahinya hanyalah Aku".

Bagai disambar petir, sang anak kaget dan berkata: "Tidak, akulah yang akan menikahinya, bukan engkau, Ayah!".


Larangan Wanita Bepergian Tanpa Mahrom

“Apa yang dikatakan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al Hasyr : 7)

Langsung ke pokok permasalahan, bahwa bisa kita saksikan di kalangan kita, semakin banyak kaum Muslimah bepergian tanpa didampingi oleh mahramnya.

Amalan semacam ini tak lain hanya akan membawa kerusakan bagi wanita tersebut baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu agama Islam yang hanif memberikan benteng kepada mereka (kaum Muslimah) dalam rangka menjaga dirinya, kehormatannya, dan agamanya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Janganlah wanita melakukan safar selama 3 hari kecuali bersama mahramnya.”
(Bukhari 2/54, Muslim 9/106, Ahmad 3/7, dan Abu Dawud 1727)

“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan safar (bepergian) selama satu hari satu malam yang tidak disertai mahramnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

"Pesan-Pesan Islam kepada Generasi Muda"

Generasi muda adalah kekuatan sekaligus kebanggaan suatu umat dan negara. Untuk mengetahui nasib masa depan sebuah umat atau sebuah bangsa adalah dengan melihat generasi muda saat ini. Bila generasi mudanya baik, maka masa depan umat dan bangsa tersebut adalah baik. Sebaliknya bila generasi mudanya rusak maka masa depan umat dan bangsa tersebut adalah suram.

Karena itu bila kita cermati gerakan musuh-musuh Islam dalam menghancurkan sebuah bangsa dan umat adalah dengan merusak generasi mudanya terlebih dulu. Bila generasi muda sebuah umat atau bangsa rusak maka untuk menghancurkan umat dan bangsa tersebut tidak perlu dengan kekuatan senjata dan angkatan perang. Inilah yang dipesankan oleh Napolion Bonaparte kepada para pasukan perang salib, ketika umat Islam menangkapnya dalam sebuah penyerang salibiyah kenegeri Mesir. Bahwa umat Islam tidak mungkin dilawan dengan kekuatan senjata, akan tetapi dengan cara Gazwulfikri (perang pemikiran).

10 Langkah Agar Puteri Kecilmu Menyukai Hijab

10 Langkah Agar Puteri Kecilmu Menyukai Jilbab

1. Mulailah langkah ini sejak puteri anda masih kecil,jangan menanti hingga ia tumbuh remaja,sebab jika anda menunggu sampai ia dewasa,mungkin sudah agak sulit untuk merubah dirinya sesuai yang anda inginkan,khususnya jika hal tersebut tidak sesuai dengan kemauannya.Hendaknya anda melakukan ini secara perlahan-lahan karena ia masih kecil.

2. Menampakkan kekaguman anda terhadap jilbab dihadapan dirinya,dan katakan padanya bahwa jilbab itu adalah kemuliaan seorang wanita,serta menyempurnakan wibawa dan aura seorang pemudi…juga mengajarkannya bahwa para wanita yang mengenakan jilbab syar’i menunjukkan akan bagusnya pembinaan dan pertumbuhan mereka.

3. Mengajarkan dirinya bahwa jilbab merupakan perintah Allah subhaanahu wa ta’ala,dan dia harus mengenakannya karena Allah semata,dan bukan agar dipuji manusia,,ajarkan padanya bahwa Allah ta’ala selalu mengawasi dirinya kapan dan dimanapun ia berada,,bahwa Allah sangat mencintai dan meridhai wanita yang menutupi dirinya dengan jilbab sebagai perwujudan perintahNya. Bacakan padanya ayat jilbab yang ada dalam AlQuran,dan tegaskan hal tersebut dengan menyebutkan hadis-hadis Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

74 Wasiyat Untuk Para Pemuda

Segala puji bagi Allah yang berfirman: “Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An-Nisa’: 131) Serta shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad yang bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , serta agar kalian mendengar dan patuh.” Dan takwa kepada Allah adalah mentaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Berikut ini adalah wasiat islami yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlak, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.

Untuk Wanita...

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis. Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekek dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

Surat Untuk "Ratu Bidadari"

“Wanita digambarkan seperti bunga yang harum setiap kumbang ingin hinggap dan menghisap madu’nya”

Ada 2 gambaran untuk wanita, silahkan pilih :

1.  “Wanita bagai permen karet”
Permen karet harga’nya sangat murah, setiap orang bisa memiliki dan menikmatii’nya, Wanita yang suka berlebay-lebay ria setiap pria mudah memiliki hati’nya bahkan menikmati tubuh’nya (nauzubillahimindzalik)
Orang menginginkan permen karet  hanya pada saat iseng, ngak ada kerja’an pada saat bête, Permen karet Dinikmati hanyalah sesa’at yaitu sa’at rasa’nya terasa di lidah setelah rasa’nya sudah habis tidak ada rasa’nya dia tidak di telan tapi dibuang dan tidak ada satupun orang yan mau memungut’nya mesti orang yang telah membuangnya tadi.

Wanita Cantik Umpan Syaithan untuk Menjerumuskan Manusia

Sayyidinaa ’Ali termasuk orang yang meninggal dunia karena diserang seorang lelaki ambisius yang tergila-gila wanita cantik jelita bernama قَطَامُ بنتُ الشَّحنةِ (Qatham binti Syachnah). Ia meninggal dunia pada tanggal 17 Ramadhan tahun empat puluh Hijriyyah. ’Ali lah orang yang dulu berperang melawan dan membunuh panglima perang Khaibar bernama Marchab pada bulan Muharram atau Shafar tahun tujuh Hijriyyah, Agustus tahun 628 M. Saat perisainya dipukul pedang hingga terlempar dari tangannya; ia tak merasa sakit. Bahkan lalu bergerak cepat mengejutkan manusia karena pintu gerbang besi sangat tebal dan berat ia tarik sebagai pengganti perisai hingga perang usai. Begitu pintu gerbang tersebut diletakkan ditanah; delapan pria tak mampu mengangkatnya. Bahkan Hakim menulis:

"أَنَّ عَلِيًّا حَمَلَ الْبَابَ يَوْمَ خَيْبَر ، وَأَنَّهُ جَرَّبَ بَعْد ذَلِكَ فَلَمْ يَحْمِلهُ أَرْبَعُونَ رَجُلًا " وَالْجَمْع بَيْنَهُمَا أَنَّ السَّبْعَةَ عَالَجُوا قَلْبَهُ –

(Jabir pelaku sejarah) berkata, 'pintu gerbang benteng itu (dibobol dan) dibawa oleh ‘Ali sebagai perisai dalam perangnya. Begitu perang selesai, 40 pria berusaha mengangkat pintu gerbang itu, namun tidak mampu. Kaitan antara dua kisah tersebut ialah bahwa tujuh orang sahabat Abu Rafi' mengangkat pintu gerbang tersebut, sebelum akhirnya diangkat oleh empat puluh pria'." [Ibnu Hajjar/12/30/3888].

Larangan Tidur Dengan Posisi Tengkurap


Dari Thakhfah Al-Ghifari -Radhiallahu ‘anhu-, salah seorang diantara ashhabush shuffah (para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi) berkata: “Aku tidur di masjid pada akhir malam, kemudian ada orang yang mendatangiku sedangkan aku tidur dengan posisi tengkurap. Kemudian ia menggerakkanku dengan kakinya, dan berkata: “ Bangunlah dari tengkurapmu, karena tidur yang demikian adalah tidurnya orang-orang yang dimurkai Allah.”Kemudian aku angkat kepalaku, maka ketika kulihat ia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akupun kemudian bangkit.” [HR. Al-Bukhari, dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 1187, dishahihkan Al-Albani -Rahimahullah-, no. 905, Ibnu Majah, no. 3723, dan dalam Ahmad, no. 7981, dan At-Tirmidzi, no. 2768 dari hadits Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu-]

Dunia Penjara Orang Yang Beriman Dan Surga Orang Kafir


Manusia tentunya ingin hidup bahagia, di dunia dan akhirat ini. Lalu bagaimana dia akan bisa menggapainya, padahal sebagaimana pada artikel yang telah lalu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: (( الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ))
“Dunia itu penjaranya orang yang beriman dan surganya orang kafir.” (HR. Muslim)

Dan telah lewat pada kita tentang Kisah Al-Hafizh Ibnu Hajar salah seorang ulama syafiiyah dengan seorang yahudi. Dimana beliau penuh dengan kenikmatan dan kesenangan dunia sedangkan yahudi itu berada dalam kesusahan dan penderitaan.

Intinya dengan mengikuti al-qur’an dan sunnah, niscaya manusia akan bisa menggapai kebahagiaan. Ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah:
(فَإِمّا يَأْتِيَنّكُم مّنّي هُدًى فَمَنِ اتّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلّ وَلاَ يَشْقَىَ * وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيامَةِ أَعْمَىَ)
“Maka jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan sengsara. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS. Thaha: 123-124)

Bahaya Riba

Seperti kita ketahui bersama dan ini bukan suatu hal yang asing lagi bahwa riba itu sesuatu yang diharamkan dalam syari’at Islam.

Tidak ada satu syari’at pun yang menghalalkan riba.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَأَخْذِهِمْ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ

“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya.” (QS. An Nisaa’: 161).

Maksudnya riba ini sudah dilarang sejak dahulu pada syari’at sebelum Islam.

Pengantin Wanita Ala Jahiliyah

Sebagian pengantin di hari H berdandan ala jahiliyah dengan make up yang menor, lipstick dan bedak yang tebal. Padahal jika ia tidak berdandan, masih tetap kelihatan cantik dan tamu pun tidak akan bubar. Kami malah takut jika melihat tampilan pengantin seperti itu, kenapa tidak berpenampilan apa adanya?
wanita yang disebut berdandan ala jahiliyah yang pertama adalah berdandan yang dilakukan oleh wanita dengan berpendampilan cantik di hadapan para pria dan ini terjadi sebelum Islam. Sedangkan dalam Islam, yang boleh ditampakkan disebutkan dalam ayat,


وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
 

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 31).

10 Kunci Rizki Yang Dikhabarkan Kepada Kita Oleh Allah dan Rasul-Nya

1. Istighfar dan Taubat

Nabi Nuh u berkata kepada kaumnya : "Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan m...engadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai". (QS Nuh : 10-12)
2. Taqwa
Fiman Allah : "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya". (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

ALASAN : Allah Belum Memberiku Hidayah

Pada akhawat yang tidak berhijab banyak yang berdalih: "Allah belum memberiku hidayah. Sebenarnya aku juga ingin berhijab, tetapi hendak bagaimana jika saat ini Allah belum memberiku hidayah? Do’akanlah aku agar segera mendapat hidayah!”

Ukhti yang berdalih seperti ini telah terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Kami ingin bertanya: “bagaimana engkau mengetahui bahwa Allah belum memberimu hidayah?

Jika jawabannya, “Aku tahu”, maka ada satu dari dua kemungkinan:

Pertama: Dia mengetahui ilmu ghaib yang ada di dalam kitab yang tersembunyi (lauhul mahfudz). Dia pasti pula tahu bahwa dirinya termasuk orang-orang yang celaka dan bakal masuk neraka.

Iman Itu Letaknya Di Hati

Jika seorang di antara mereka ditanya, mengapa dia tidak berhijab? Maka ukhti yang terhormat ini akan menjawab: “ Ah, iman itu letaknya di hati, yang penting perbaiki hati duli”.

Ini adalah jawaban yang paling sering dilontarkan oleh para wanita muslimah yang belum berhijab. Karena itu di bawah ini akan kita bahas syubhat tersebut.

1. Sumber Syubhat.
Mereka berusaha menafsirkan sebagian hadist, tetapi tidak sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

(( إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ))

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu, tetapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian.” (HR. Muslim No: 2564 dari Abu Hurairah).

Pengarang kitab "Nuzhatul Muttaqin" berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa pahala amal tergantung pada keikhlasan hati, kelurusan niat, perhatian terhadap situasi hati pelempangan tujuan dan kebersihan hati dari segala sifat tercela yang dimurkai Allah.

Dunia Dan Akhirat Seperti Istri Muda Dan Istri Tua


Seorang ahli hikmah berkata: “Dunia dan akhirat seperti istri muda dan istri tua, jika kita lebih mencintai istri muda, maka istri tua akan membenci kita”
Allah subhanahu wa ta’ala bercerita tentang kisah pecinta dunia dan pecinta akhirat:Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia:”Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”(Al-Qashash: 79,80)

Wanita lebih bahaya dari setan ?

Seolah judul di atas terlalu mengada-ada, memojokkan kaum wanita dan menjatuhkan martabatnya. Akan tetapi demikianlah Alloh memperbandingkan antara keduanya. Ketika Alloh berbicara tentang tipu daya setan Allah berfirman :

إنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كاَنَ ضَعِيْفاً

Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah [annisa’ : 76]

Sementara ketika membicarakan tipu daya wanita, Allah berkomentar :

إنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيْمٌ

Sesungguhnya tipu daya kalian (kaum wanita) adalah besar [yusuf : 28]

Dua hadits di bawah ini semakin memperkuat aksioma di atas :

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ

Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita [HR Bukhori Muslim]

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

Karena itu takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Isarail adalah wanita." [HR Muslim]

Sebaiknya Pacaran Setelah Menikah

Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ »
“Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah )